Indonesian Railway : Kereta Api Sancaka
Kereta Api Sancaka
Pada tulisan kali ini saya akan membahas tentang kereta api di Indonesia. Yaitu Kereta Api Sancaka dengan relasi Surabaya Gubeng β Yogyakarta PP. Kereta Api Sancaka merupakan kereta api dengan kelas campuran antara kelas Eksekutif dan kelas Premium dalam satu rangkaian kereta api. Kereta Api Sancaka ini juga pernah melayani kelas Ekonomi AC dan Kelas Bisnis, namun seiring berjalannya waktu kini Sancaka terdiri dari 2 kelas tersebut (Eksekutif β Premium).

Kereta Api Sancaka ini mempunyai 2 waktu keberangkatan di masing-masing stasiun keberangkatan baik Surabaya maupun Yogyakarta, pada kesempatan ini saya memilih untuk berangkat menuju Yogyakarta dengan Sancaka Pagi dari Surabaya Gubeng, kemudian kembali ke Surabaya Gubeng dari Yogyakarta menggunakan Sancaka Sore di keesokan harinya.
Pada pukul 06.30 WIB saya telah berada di lobby utama Stasiun Surabaya Gubeng untuk melakukan Check-in, kemudian setelah melakukan Check-in, tak lama terdengar pengumuman bahwa kereta api Sancaka akan segera masuk di Jalur 6 Stasiun Surabaya Gubeng. Kereta Api Sancaka Pagi dijadwalkan berangkat pada pukul 07.40 WIB dengan 8 stasiun pemberhentian termasuk stasiun akhir Yogyakarta. Perjalanan kali ini akan ditempuh selama 4 Jam 53 Menit. Saya mendapat kereta premium 1 yang letaknya berada di posisi paling belakang sebelum kereta pembangkit. Tarif yang saya peroleh pada waktu itu seharga Rp.190.000 karena bertepatan pada waktu akhir pekan. Untuk harga di hari kerja saya rasa tidak berbanding jauh, mungkin teman-teman ada yang bisa bantu melengkapi?
Rangkaian yang digunakan oleh Kereta Api Sancaka ini adalah rangkaian stainless steel, dengan warna khas silver yang redup ketika memasuki peron stasiun perlahan. Lengkap dengan papan petunjuk dengan lampu LED yang berada di tengah bagian kereta tepat diatas jendela penumpang. Rangkaian yang dibuat pada tahun 2019 ini mempunyai pendingin ruangan yang cukup sejuk dan guncangan yang bisa saya katakan minimal.
Pukul 07.40 WIB Kereta Api Sancaka diberangkatkan dari Stasiun Surabaya Gubeng menuju Yogyakarta, suasana kabin penumpang yang senyap menambah kenyamanan dalam bepergian. Parfum ruangan yang disediakan juga berfungsi dengan baik dengan wangi yang segar membuat suasana pagi saya menjadi lebih bersemangat. Melanjutkan pengamatan saya tentang Kereta Api ini saya berjalan-jalan menuju pintu antar kereta. Terdapat 2 Toilet yang masing-masing dilengkapi dengan wastafel dan sabun cair, kondisi toilet bersih dan wangi dengan ventilasi udara mencegah udara pengap. Namun yang menjadi perhatian saya adalah cara penguncian pintu toilet yang menurut saya agak sulit karena belum terbiasa dengan bentuk kunci yang digunakan.
Kembali ke tempat duduk saya, di Kelas Premium ini mempunyai formasi tempat duduk 2-2 dengan 20 baris tempat duduk yang dibagi menjadi 2 bagian, satu bagian menghadap searah dengan laju kereta dan sebagian lagi menghadap arah sebaliknya. Masing masing tempat duduk dilengkapi dengan 2 slot stop kontak dan etalase kecil di dekat jendela yang biasanya digunakan untuk meletakkan botol minuman. Anda juga bisa menyesuaikan sandaran tempat duduk anda dengan tuas yang tersedia di samping tempat duduk anda tepat dibawah sandarang tangan. Untuk ruang kaki yang tersedia menurut saya pribadi dengan tinggi 167cm saya rasa cukup memadai untuk ruang kaki saya. Di tengah langit-langit kereta terdapat beberapa pasang TV yang menyiarkan serial film lengkap dengan audio nya. Meskipun akhirnya saya pribadi tidak mengikuti jalannya film karena lebih banyak melihat perjalanan dari jendela.
Setiap menjelang memasuki stasiun pemberhentian, terdapat pengumuman yang disiarkan melalui speaker dengan jelas dengan bahasa indonesia dan bahasa inggris. Pengumuman ini seharusnya sangat membantu bagi wisatawan asing yang hendak menggunakan kereta api untuk bepergian. Untuk lebih lengkapnya, berikut saya cantumkan jadwal Kereta Api Sancaka yang saya himpun dari berbagai sumber :
Jadwal KA Sancaka Pagi (Surabaya-Yogyakarta) KA 179
| STASIUN | KEDATANGAN | KEBERANGKATAN |
| SURABAYA GUBENG | β | 07.40 |
| MOJOKERTO | 08.16 | 08.20 |
| JOMBANG | 08.42 | 08.45 |
| KERTOSONO | 09.01 | 09.04 |
| NGANJUK | 09.24 | 09.26 |
| MADIUN | 10.04 | 10.20 |
| SOLO BALAPAN | 11.36 | 11.41 |
| KLATEN | 12.06 | 12.08 |
| YOGYAKARTA | 12.33 | β |
Jadwal KA Sancaka Pagi (Yogyakarta-Surabaya) KA 180
| STASIUN | KEDATANGAN | KEBERANGKATAN |
| YOGYAKARTA | β | 06.30 |
| KLATEN | 06.54 | 06.56 |
| SOLO BALAPAN | 07.22 | 07.27 |
| MADIUN | 08.44 | 08.56 |
| NGANJUK | 09.37 | 09.39 |
| KERTOSONO | 09.59 | 10.02 |
| JOMBANG | 10.18 | 10.25 |
| MOJOKERTO | 10.47 | 10.51 |
| SURABAYA GUBENG | 11.27 | β |
Jadwal KA Sancaka Sore (Surabaya-Yogyakarta) KA 181
| STASIUN | KEDATANGAN | KEBERANGKATAN |
| SURABAYA GUBENG | β | 17.55 |
| MOJOKERTO | 18.31 | 18.35 |
| JOMBANG | 18.57 | 19.00 |
| KERTOSONO | 19.17 | 19.21 |
| NGANJUK | 19.41 | 19.44 |
| MADIUN | 20.24 | 20.40 |
| NGAWI | 21.03 | 21.05 |
| SOLO BALAPAN | 22.02 | 22.10 |
| KLATEN | 22.36 | 22.39 |
| YOGYAKARTA | 23.05 | β |
Jadwal KA Sancaka Sore (Yogyakarta-Surabaya) KA 182
| STASIUN | KEDATANGAN | KEBERANGKATAN |
| YOGYAKARTA | β | 17.05 |
| KLATEN | 17.30 | 17.32 |
| SOLO BALAPAN | 17.57 | 18.03 |
| NGAWI | 19.00 | 19.02 |
| MADIUN | 19.24 | 19.38 |
| NGANJUK | 20.19 | 20.21 |
| KERTOSONO | 20.41 | 20.44 |
| JOMBANG | 21.00 | 21.03 |
| MOJOKERTO | 21.25 | 21.29 |
| SURABAYA GUBENG | 22.05 | β |
Keesokan harinya, saya kembali menuju Surabaya dengan menggunakan Kereta Api Sancaka Sore dari Yogyakarta dengan jadwal keberangkatan pukul 17.05 WIB. Pada kesempatan ini saya mencoba Kelas Eksekutif dari Kereta Api Sancaka ini. Kelas Eksekutif ini dikenakan tarif Rp. 250.000 dari Yogyakarta ke Surabaya. Rangkaian yang digunakan ini sama seperti Kereta Api Sancaka Pagi yang dari Surabaya, yaitu menggunakan rangkaian Stainless Steel. Dari eksterior sebenarnya antara kedua kelas kereta penumpang di Kereta Api Sancaka ini sebenarnya tidak ada perbedaan yang signifikan, hanya saja warna pintu yang membedakan. Kelas Premium dengan pintu berwarna Oranye dan Kelas Eksekutif berwarna Silver mengikuti warna stainless steel.
Oiya, dalam perjalanannya Kereta Api Sancaka ini membawa Kereta Makan yang letaknya berada di tengah-tengah antara Kelas Eksekutif dan Kelas Premium. Pada kesempatan ini saya hendak mencoba masakan yang tersedia dan minuman panas. Namun sebelum itu saya hendak berjalan-jalan dan mengamati interior Kelas Eksekutif sembari mencari nomor tempat duduk saya yang tertera pada tiket. Setelah saya duduk sesuai dengan nomor tempat duduk yang tertera, saya membaca kartu intruksi dan menu makanan yang tersedia di Kereta Makan.
Kelas Eksekutif ini dilengkapi meja makan lipat yang tersedia di bawah sandaran tangan masing-masing tempat duduk. Berbeda dengan Kelas Premium sebelumnya yang tidak tersedia meja makan lipat. Selain itu juga terdapat sandaran kaki dan bantal yang disediakan tiap-tiap tempat duduk. Dan tentu saja jarak ruang kaki yang lebih lebar daripada Kelas Premium sebelumnya. Untuk hiburan yang tersedia relatif sama saja seperti yang ada di Kelas Premium yaitu TV yang menayangkan film-film terkini.
Kabin penumpang yang senyap membuat saya terbius bahwa Kereta Api Sancaka telah meninggalkan Stasiun Yogyakarta. Kereta Api berjalan relatif cepat dengan kecepatan rata-rata 100-115km/h.
Oiya, Kereta Api Sancaka dengan keberangkatan Stasiun Yogyakarta ini mempunyai waktu tempuh yang berbeda dari Kereta Api Sancaka yang sebaliknya. Pada kereta ini saya menempuh 5 jam perjalanan dengan jumlah 9 stasiun pemberhentian termasuk stasiun akhir Surabaya Gubeng.
Hari mulai gelap, saya menuju Kereta Makan untuk mulai memesan makanan yang tersedia, pada kesempatan ini menu yang tersedia adalah Nasi Ayam Geprek, Nasi Goreng dan Nasi Daging Blackpepper. Karena sisanya sedang dibawa keliling oleh petugas yang menjualkan makanan secara berkeliling menggunakan troley.
Saya memilih menu Nasi Ayam Geprek dengan harga Rp. 35.000. untuk air mineral saya membawa sendiri dari luar, yang saya beli adalah minuman hangat berupa capuccino hangat dengan harga Rp. 10.000.
Setelah melakukan pembayaran saya dipersilahkan menunggu di tempat duduk yang disediakan di Kereta Makan. Dalam Kereta Makan ini terdapat susunan meja makan sepasang dengan kursinya yang menyerupai rumah makan pada umumnya. Letaknya saling berhadapan tepat disamping jendela. Di sisi balik ruang makan terdapat pintu pembatas ke bagian lain dari Kereta Makan ini, rupanya ada Musholla dengan ditutupi tirai sebagai akses keluar dan masuk.
Kembali ke tempat duduk saya di Kereta Makan, makanan saya telah disajikan beserta minuman hangat yang telah saya pesan. Nasi disajikan dengan box kertas dan didalamnya dilengkapi sendok-garpu dan tissue serta tusuk gigi.
Bicara soal rasa, saya bukanlah ahli kuliner yang dapat berpendapat mengenai rasa secara rinci dan dapat diandalkan, tetapi sebagai pelanggan saya menilai bahwa makanan yang disajikan juga lumayan. Dari segi rasa menurut saya cocok-cocok saja dengan lidah saya, porsi juga tidak terlalu sedikit dan banyak. Tentu tanggapan ini sangat subjektif karena masing-masing mempunyai porsi makan yang berbeda. Jadi jika ada pendapat lain dengan senang hati saya akan menghargai π
Setelah kenyang dengan makanan yang disajikan, saya kembali ke tempat duduk saya dan mengikuti alur perjalanan tak terasa kedua mata saya pun akhirnya terpejam.
βKereta Api Sancaka beberapa saat lagi akan memasuki Stasiun Surabaya Gubeng..β
Suara pengumuman membangunkan saya, sembari mencuci muka saya menghubungi rekan saya yang berkenan untuk menjemput ketika saya tiba di Stasiun Surabaya Gubeng. Saya pun mulai mempersiapkan barang bawaan saya. Beberapa penumpang lainnya sudah menurunkan koper dan tasnya dari atas rak bagasi yang letaknya tepat diatas tempat duduk.
Kereta Api Sancaka telah tiba di Stasiun Surabaya Gubeng tepat pada pukul 22.05 WIB. Saya langsung menuju pintu keluar yang terletak di bagian utara stasiun. Disana berkumpul banyak penjemput dan penyedia jasa taksi yang menawarkan untuk diantar ke tempat tujuan.
Jika anda berniat untuk menggunakan jasa transportasi berbasis online, anda bisa menuju ke bagian selatan Stasiun Surabaya Gubeng, disana terdapat titik penjemputan resmi dari beberapa penyedia jasa angkutan berbasis online.
Demikian perjalanan singkat akhir pekan saya, beberapa cerita yang mampu saya bagikan kepada pembaca saya harap dapat memberikan wawasan baru bagi anda yang hendak bepergian.
Kritik dan saran akan sangat membantu saya dalam melanjutkan penulisan tentang perjalanan menggunakan transportasi umum maupun destinasi wisata lainnya di laman ini.
Nantikan perjalanan saya yang lainnya!

Kereta Api Sancaka di Stasiun Madiun
Selamat Menikmati Perjalanan!
Bone Voyager
Lanjutkan membaca “Indonesian Railway : Kereta Api Sancaka”























